naturEVE: OCD
Tampilkan postingan dengan label OCD. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label OCD. Tampilkan semua postingan

Kamis, 09 Januari 2014

Menu Makanan untuk Diet OCD

duniainter.net
Saat mengecek incoming search di statistik blog Natureve, saya menyadari kalau artikel Cerita Sukses Pelaku Diet OCD menjadi artikel yang paling banyak dicari dan populer dalam beberapa minggu ke belakang. Begitu hebatnya manfaat metode diet yang dipopulerkan Deddy Corbuzier ini sampai-sampai menarik perhatian banyak orang untuk ikut menghilangkan obesitas. Pasalnya saat menjalankan OCD, tidak ada aturan khusus dalam memilih makanan sehingga kita bebas makan apa saja selama berada di jam jendela makan.Tapi jangan salah dulu, bebas makan apa saja bukan berarti boleh rakus ya! Berikut ini adalah tips yang disarankan dalam memilih menu makanan untuk diet OCD.

1. Rendah Karbohidrat

Menurut pakar nutrisi dan diet Universitas of Sidney, Leona Victoria Djajadi MnD mengatakan jika ingin mengkonsumsi karbohidrat maka jumlah minimal yang dikonsumsi adalah 50-60 gram. Roti gandung dan kacang-kacangan merupakan menu karbohidrat ideal untuk diet low-carbohidrat. Tapi karena kultur Indonesia yang selalu ingin makan nasi, Leona menyarankan untuk memasukkan wortel rebus dan pipilan jagung ke dalam menu makanan.

2. Tinggi Protein

Untuk memaksimal diet OCD anda, alangkah lebih baiknya apabila anda memasukkan 1-2 gram protein untuk setiap kilogram berat badan. Misalkan berat badan Anda 50 kg, maka protein yang anda butuhkan sekitar 50-100 gram setiap harinya. Asupan protein tersebut bisa didapat dari ayam, daging, telur, dan susu. Kunjungi website resmi Deddy Corbuzier www.readyforfit.com untuk mendapatkan informasi lebih lengkap.

3. Serat

Terakhir dan yang paling penting adalah serat. Tanpa serat, metabolisme dalam tubuh tidak akan berjalan sempurna. Buah-buahan dan sayuran merupakan suplai serat yang dapat menjaga kesehatan pencernaan sekaligus melancarkan buang air besar. Apabila waktu makan Anda sempit, Anda bisa memilih smoothie seperti yoghurt untuk memenuhi kebutuhan serat. 

Sesuai kata Deddy Corbuzier, "You are what you eat..." makanan yang kita konsumsi berpengaruh besar pada keadaan tubuh kita. Kalau kita tidak memperhatikan jumlah nutrisi, jangankan membentuk tubuh, menurunkan berat badan saja tidak akan maksimal. Jadi, sudahkah Anda mencoba diet OCD? Simak juga artikel Apakah Diet OCD Baik untuk Anda.

Selengkapnya

Selasa, 01 Oktober 2013

Cerita Sukses Pelaku Diet OCD

Anda pasti sudah sering mendengar soal Obsessive Corbuzier's Diet atau OCD, dimana metode diet yang dipopulerkan oleh mentalist Deddy Corbuzier ini menuai pro-kontra akan tetapi ada banyak pelaku diet OCD yang memamerkan hasil menakjubkan di sosial media. Mulai dari unggahan foto-foto before-after diet, sampai pengakuan jujur yang membuktikan bahwa diet OCD tidak hanya memperbaiki penampilan tapi juga menghilangkan keluhan kesehatan lainnya. Berikut ini adalah cerita sukses pelaku diet OCD yang telah saya rangkum dari Liputan6.

Ivan Alfian (19 tahun) turun 12 Kg dalam sebulan

Seorang mahasiswa semester 3 Ilmu Keperawatan Universitas Muhammadiyah Cikokol, Tangerang, Ivan Alfian mengaku berat badan sebelum mengikuti OCD adalah 100 kilogram. Setelah 3 minggu mencoba pola diet OCD, Ivan berhasil menurunkan berat badan sebesar 12 kilogram.

Jendela makan yang dipilih ketika menjalani OCD adalah 4 jam dan 24 jam. Di minggu pertama, Ivan konsisten dengan jendela makan 4 jam. Baru, di minggu kedua Ivan coba memasukkan jendela makan 24 jam di setiap minggunya, selama 2 hari berturut-turut.

Agar lebih maksimal lagi, Ivan tidak lupa untuk melakukan olahraga yang dianjurkan oleh Deddy Corbuzier di dalam buku elektroniknya, yaitu O7W (OCD 7 minutes work out). Olahraga ini hanya perlu dilakukan selama 7 menit, dan dilakukan di pagi hari atau di saat puasa sebelum ada makanan yang masuk.

"Benar kata Mas Deddy, kalau OCD dan tidak sarapan pagi, pasti enggak bikin cepat ngantuk. Itu terbukti. Saya semenjak OCD, jadi tidak gampang ngantuk. Untuk ukuran baju, sudah jelas berubah. Dulu XL, sekarang harus ganti L," katanya.

Kini, Ivan masih melanjutkan OCD-nya, dan ingin meraih berat badan ideal yang ia cita-citakan, yaitu 75 kilogram. Dan berharap, ia dapat menularkan efek baik ini kepada kakaknya yang juga berbadan besar.

Eirene Lestari (21 Tahun) turun 3,5 kg dalam 3 minggu

Kisah lain datang dari Eirene Lestari, mahasiswi semester 7 Ilmu Pariwisata, Universitas Udayana, Bali. Eirene mengatakan, dirinya baru saja 3 minggu ini mengikuti OCD. Tapi hasilnya, ia mampu menurunkan berat badannya sebanyak 3,5 kilogram. 50 kilogram adalah berat badan pertama Eirene sebelum ia mengikuti OCD, setelah 3 minggu berlalu berat badannya kini 46,5 kilogram.

Dia menceritakan, awal mula mengikuti OCD karena sering membaca testimoni dari para pelaku diet ini yang sudah berhasil menurunkan berat badan di jejaring sosial Twitter. Sejak saat itu, tanpa pikir panjang Eirene memutuskan untuk ber-OCD.

Jendela makan yang dipilih olehnya beragam. Terkadang 8 jam, 6 jam, dan seminggu 2 kali mengambil jendela makan 24 jam. Selain itu, Eirene mengaku kalau kini ia lebih fresh, dan insomnia sudah hilang. Dulu, ia susah sekali tidur di bawah jam 2 pagi, tapi kini jam 10 atau jam 11 malam, ia sudah mengantuk, dan tidurnya pulas.

"OCD bikin saya lebih fresh. Dulu susah tidur, sekarang sudah enggak. Saya takjub sama OCD. Percaya enggak percaya, tapi ini kenyataannya," pungkasnya.

Brigadir Yudha (28 Tahun), turun 10 Kg dalam 40 hari

Senada dengan dua lainnya, Brigadir Yudha dari Polrestabes Semarang ikut merasakan dampak positif dari OCD ini. Pada19 Agustus 2013, sewaktu ia mengikuti OCD untuk pertama kalinya, berat badannya adalah 100 kilogram. Sampai hari, terhitung sudah 40 hari ia menjalani OCD, dan berhasil menurunkan berat badannya sebanyak 10 kilogram.

Dua hari pertama mengikuti OCD, ia memilih jendela makan 6 jam. Baru di dua hari berikutnya, ia memilih jendela makan 4 jam. Merasa usahanya kurang optimal, tanpa pikir panjang ia memilih untuk melakukan jendela makan 24 jam, setiap harinya.

Yudha juga menceritakan, semenjak OCD ketika bangun pagi tidak lagi males, beda dengan dulu. "Dulu saya itu bangun pagi bawaannya malas. Semenjak OCD, bangun jam 4.30 pagi, segar dan bawannya pun tidak malas," tambah dia.

OCD ini, lanjut Yudha, selain bagus untuk kesehatan, untuk perut, bagus juga buat dompet. Dulu, sang istri suka mengeluh melihat kelakukan suaminya yang selalu pulang dengan membawa gula, dan cemilan. Sekarang, gula dan cemilan itu sudah tidak ada lagi.

Selain berpuasa, Yudha pun rutin melakukan olahraga yang dianjurkan ketika melakukan OCD, yaitu O7W dan ditambah dengan angkat beban. Sekarang, ia akan mengajak teman-temannya untuk mengikuti OCD ini. "Kehidupan jasmani sehati, seksual pun sehat. Semua berkat OCD. Pokoknya, kalau ada yang bilang OCD itu negatif, enggak benar. Semua hasilnya baik kok," tutup dia.

Tertarik untuk menerapkan diet OCD? Jangan lupa simak artikel Apakah Diet OCD baik untuk Anda.
Selengkapnya